Presiden Prabowo Klaim Indonesia Sudah Swasembada Beras dan Jagung
24 Mei 2026, 14:17 WIB
Prabowo saat menghadiri panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah. Foto: Dok. Kemensesneg
KEBUMEN - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional sekaligus menyetop kebocoran kekayaan negara. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri panen raya udang dan peninjauan sortir hasil panen di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo membeberkan sejumlah capaian strategis yang berhasil diraih di sektor pangan nasional dalam 19 bulan masa pemerintahannya. Ia mengklaim Indonesia saat ini telah berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama.
“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Kemudian protein kita, telur, ayam, daging kita masih belum. Ini sudah kita kerjakan, mungkin kita 4 tahun lagi, 5 tahun lagi kita swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Prabowo, Sabtu.
Menurut Prabowo, capaian ini sangat krusial di tengah situasi global yang saat ini dipenuhi eskalasi konflik dan ketidakpastian geopolitik. Ia mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap waspada dan memperkuat lini pertahanan demi melindungi aset domestik.
“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur ke Yang Mahakuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” ucapnya.
Selain kedaulatan pangan, Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan kekayaan alam secara mandiri sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Kepala Negara menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan komoditas strategis Indonesia didikte oleh kepentingan asing atau segelintir kelompok.
“Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu. Ini perintah dari Undang-Undang Dasar, untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir,” tegas Presiden.
Mantan Menteri Pertahanan itu juga menyinggung kembali isi pidato politiknya di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 20 Mei 2026 lalu. Ia mengakui, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah masifnya angka kebocoran sumber daya negara yang harus segera dihentikan.
“Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.
Prabowo memastikan, seluruh instrumen kebijakan dan penegakan hukum ke depan akan difokuskan agar hasil bumi dan kekayaan bangsa dapat didistribusikan secara merata demi mendongkrak kesejahteraan masyarakat di akar rumput.
Editor : Ade Hikma
Komentar
Berita Terkait
Nasional
Bukan Ahli Gizi, Ini Rekam Jejak Pendidikan Kepala BGN Nanik S Deyang
Kemarin, 23:05 WIB
Nasional
Target 4 Tahun Tuntas dalam 1 Tahun, Prabowo Buka-bukaan Rahasia Swasembada Pangan Era Amran Sulaiman
17 Mei 2026, 21:23 WIB
Nasional
Beredar Kabar Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan, Kepala BGN Buka Suara!
4 jam yang lalu
Nasional
Efisiensi Anggaran, Kepala BGN Nanik S Deyang Setop Pendaftaran Dapur MBG Baru
19 jam yang lalu
Nasional
Tinjau Pabrik Fraksionasi Plasma Pertama RI, Menkes Budi Gunadi Siapkan Integrasi dengan Danantara dan Bio Farma
Kemarin, 13:07 WIB
Nasional
Dorong Kemandirian Ekonomi, BAZNAS Luncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di 103 Balai Ternak
1 Juni 2026, 20:33 WIB