Target 4 Tahun Tuntas dalam 1 Tahun, Prabowo Buka-bukaan Rahasia Swasembada Pangan Era Amran Sulaiman
17 Mei 2026, 21:23 WIB
JAWA TIMUR - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto blak-blakan memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai sukses melakukan lompatan besar. Hanya dalam waktu satu tahun, Indonesia berhasil mengamankan swasembada pangan nasional sebuah target ambisius yang awalnya diproyeksikan memakan waktu empat tahun.
Apresiasi tinggi ini dilemparkan Presiden Prabowo di hadapan publik saat memberikan sambutan dalam Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat, 16 Mei 2026.
Prabowo mengakui bahwa mengurus urusan perut ratusan juta isi kepala di negeri ini bukanlah perkara instan.
“Kita swasembada pangan, perjuangan yang tidak ringan. Kita negara besar dengan 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan. Tapi kita berhasil,” kata Presiden Prabowo.
Sebagai kepala negara, Prabowo menegaskan bahwa dirinya memikul tanggung jawab penuh atas ketahanan pangan nasional. Mandat kilat pun sempat ia jatuhkan ke pundak Mentan Amran beserta jajarannya untuk memangkas ketergantungan pangan dalam waktu empat tahun. Namun, realisasi di lapangan justru melesat di luar dugaan.
“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga melempar testimoni jujur mengenai awal mulanya menunjuk Amran Sulaiman. Ia tak segan mengekspresikan kekagumannya pada kapasitas, pengalaman, serta keberpihakan sang menteri terhadap nasib petani.
“Saya terima kasih. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman. Saya tidak pernah kenal beliau. Kebetulan saya ketemu, saya tanya dua tiga pertanyaan, ini orang oke pemikirannya,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, Amran bukan sekadar menteri yang bekerja di balik meja. Pemahamannya yang utuh mengenai sengkarut dunia pangan lahir karena Amran adalah kombinasi dari mantan birokrat, pelaku usaha, sekaligus anak ideologis dari rahim petani itu sendiri.
“Beliau akhirnya berjuang karena beliau menguasai permasalahan. Beliau pernah menjadi Menteri Pertanian, sebelumnya beliau adalah pelaku, dan beliau datang dari keluarga petani, beliau anaknya petani, jadi beliau mengerti masalah,” katanya.
Bagi Prabowo, urusan pangan tidak boleh hanya dihitung lewat kalkulator ekonomi untung-rugi. Pangan adalah benteng pertahanan terakhir sebuah negara. Hal ini sekaligus menjadi sinyal tegas bahwa Jakarta kini lebih memilih memompa produksi dalam negeri ketimbang hobi membuka keran impor.
“Saya tidak memandang pangan sekadar komoditas, tapi survival suatu bangsa. Jadi saya tidak ikut paham yang mengatakan bahwa beras dan jagung lebih efisien kalau kita impor. Survival bangsa bukan sekadar lebih murah, tetapi ada atau tidak,” tegas Presiden.
Menariknya, keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas stok pangan nasional justru berbalik memicu ketergantungan negara lain. Di tengah badai krisis pangan global dan kebijakan proteksionisme sejumlah negara produsen, Indonesia kini menjadi magnet baru.
“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Tetangga kita yang menganggap dirinya lebih hebat dari kita sekarang harus datang ke Indonesia minta boleh beli beras,” ujarnya.
Kendati keran ekspor mulai dilirik, Prabowo menggaransi bahwa isi piring rakyat sendiri dan nasib petani lokal tetap menjadi prioritas absolut di atas segalanya.
“Yang utama kita amankan rakyat dulu. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung,” pungkasnya.
Bukan tanpa alasan klaim swasembada ini diapungkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional pada tahun 2025 melonjak signifikan hingga menyentuh angka 34,69 juta ton. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 4,07 juta ton atau melejit 13,29 persen jika dikomparasikan dengan tahun 2024. Imbasnya, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tahun 2026 kini menggemuk di angka 5,3 juta ton.
Melesatnya angka produksi ini disokong oleh intervensi kebijakan radikal di sektor hulu. Mulai dari penebalan volume kuota pupuk bersubsidi menjadi 8,55 juta ton, pemangkasan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, hingga penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di tingkat petani menjadi Rp6.500 per kilogram.
Di bawah komando langsung Mentan Amran, Kementerian Pertanian juga melakukan taktik jemput bola lewat akselerasi program strategis. Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi lahan marjinal, restorasi masif infrastruktur irigasi, program pompanisasi nasional, distribusi benih unggul, hingga konversi mekanisasi dari pertanian tradisional menuju ekosistem pertanian modern berbasis teknologi.
Lewat capaian kilat ini, Indonesia tidak sekadar mengamankan ketahanan pangan domestik, melainkan mengirim pesan kuat ke panggung global: bahwa di tengah ancaman krisis, bangsa ini mampu berdiri di kaki sendiri. Kolaborasi antara visi ketahanan Prabowo dan eksekusi taktis Amran Sulaiman terbukti menjadi dwi-tunggal yang sukses menghadirkan dampak riil bagi kesejahteraan petani dan kedaulatan bangsa.
Editor : Ade Hikma
Komentar
Berita Terkait
Nasional
Gedor Kemensos: Ini Cara Wagub Perjuangkan Jaminan Kesehatan Rakyat Aceh
Kemarin, 23:25 WIB
Nasional
Kemenag Tetapkan Idul Adha Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026, Ini Detail Hasil Sidang Isbat
17 Mei 2026, 21:35 WIB
Nasional
Kemenko Perekonomian Lantik 70 CPNS Jadi PNS, Susiwijono: Banyak yang Akan Jadi Pimpinan
10 Mei 2026, 14:05 WIB
Kesehatan
Ayah ASI
5 jam yang lalu
Kesehatan
Pasca Pergub JKA Dicabut, Sekda Aceh Selatan Buka Suara Soal Pelayanan Kesehatan
6 jam yang lalu
Daerah
68 CPNS Kemenag Abdya Resmi Diangkat, Menag: “Jam Kerja 24 Jam”
7 jam yang lalu