Menkes Budi: Obesitas Bukan Soal Penampilan, Tapi Ancaman Penyakit Mematikan

Ade Hikma

Ade Hikma

10 Mei 2026, 11:24 WIB

3 menit baca
Menkes Budi: Obesitas Bukan Soal Penampilan, Tapi Ancaman Penyakit Mematikan

Foto : Kementerian Kesehatan RI menggelar kegiatan Obesity Disease Awareness Event di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta. Dok. Ist

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan faktor risiko berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Pernyataan itu disampaikan Menkes Budi saat membuka kegiatan Obesity Disease Awareness Event: Harapan yang Meringankan yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Aula Siwabessy, Gedung Prof. Dr. Sujudi, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan obesitas sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 23,4 persen atau hampir satu dari empat orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas. Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2018 yang berada di angka 21,3 persen.

Menkes Budi mengatakan obesitas berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat dan menjadi pemicu berbagai penyakit kronis apabila tidak ditangani sejak dini.

“Kalo kita ingin hidup lebih sehat dan lebih panjang umur, maka kita harus mulai menjaga pola makan, menjaga berat badan, dan rutin berolahraga. Kesehatan itu bukan hanya urusan rumah sakit atau program pemerintah, tapi harus menjadi gerakan hidup sehat yang dimiliki setiap individu,” ujar Menkes Budi.

Menurutnya, pemerintah saat ini mendorong pendekatan edukasi dan perubahan perilaku masyarakat sebagai langkah utama pengendalian obesitas. Salah satu upaya yang dilakukan yakni penerapan pelabelan nutrisi pada makanan dan minuman agar masyarakat lebih mudah memahami kandungan gizi produk yang dikonsumsi.

“Kita ingin masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi. Informasi gizi harus dibuat sederhana dan mudah dimengerti sehingga masyarakat bisa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat,” lanjutnya.

Selain menjaga pola makan, Menkes juga mengajak masyarakat untuk rutin melakukan aktivitas fisik dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Kita harus menjadikan olahraga sebagai movement. Mau lari, jalan kaki, badminton, padel apa saja yang penting bergerak dan dilakukan rutin,” kata Menkes.

Sementara itu, Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Sten Frimodt Nielsen, menyebut obesitas merupakan tantangan kesehatan global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta pendekatan yang inklusif tanpa stigma.

“Obesitas merupakan kondisi kesehatan yang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari gaya hidup, lingkungan, pendidikan, hingga akses terhadap layanan kesehatan. Penanganan obesitas membutuhkan upaya bersama dari pemerintah, tenaga kesehatan, industri, dan masyarakat,” ujar Sten Frimodt.

Ia menambahkan perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan jangka panjang masyarakat.

“Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari serta penerapan pola hidup yang lebih sehat dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Kerja sama Indonesia dan Denmark di bidang kesehatan juga terus diperkuat melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI dan Novo Nordisk sebagai bagian dari kemitraan bilateral kedua negara.

Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Kesehatan berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya obesitas semakin meningkat serta mendorong penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Acara juga dirangkai dengan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta.

Editor : Redaksi

Komentar

Berita Terkait