Setelah Dipulangkan dari Malaysia, Jenazah Nurhaidid Disambut Haru di Aceh Selatan

Taufik Zass

Taufik Zass

12 Mei 2026, 21:58 WIB

2 menit baca
Setelah Dipulangkan dari Malaysia, Jenazah Nurhaidid Disambut Haru di Aceh Selatan

Jenazah almarhum Nurhaidid, warga Gampong Jambo Keupok, Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, tiba di rumah duka pada Selasa (12/5/2026). Foto Ist

TAPAKTUAN - Jenazah almarhum Nurhaidid, warga Gampong Jambo Keupok, Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, tiba di rumah duka pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, setelah melalui proses pemulangan dari Malaysia.

Kedatangan jenazah disambut penuh haru oleh keluarga, aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta warga yang telah menunggu sejak sore untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sebelumnya, proses serah terima jenazah dilakukan di Bandara Internasional Kualanamu, Medan.

Jenazah diserahkan oleh perwakilan komunitas Barat Selatan Bersatu (BSB) di Malaysia dan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Sosial.

Proses pemulangan berlangsung lancar berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari komunitas masyarakat Aceh di Malaysia, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat yang turut membantu proses penjemputan hingga ke kampung halaman almarhum.

Keuchik Gampong Jambo Keupok, Yusairi, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam proses pemulangan jenazah.

“Atas nama masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Aceh Selatan atas kepedulian dan dukungan sehingga jenazah dapat dipulangkan dengan lancar dan tepat waktu,” ujar Yusairi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada komunitas BSB di Malaysia yang dinilai cepat tanggap dalam membantu pengurusan jenazah sejak awal hingga proses pemulangan.

Menurut Yusairi, solidaritas yang ditunjukkan oleh berbagai pihak mencerminkan kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Aceh, termasuk bagi mereka yang berada di perantauan.

Suasana duka menyelimuti rumah almarhum saat keluarga dan warga menyambut kedatangan jenazah. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian sosial di tengah musibah.

“Jarak tidak memutuskan persaudaraan. Kepedulian dan kebersamaan menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka,” kata Yusairi.(*)

Editor : Taufik Zass

Komentar

Berita Terkait