Ampon Bang dan IDI Tembus Pedalaman Gayo Lues

Gelar Sunat Massal hingga Pengobatan Gratis untuk Korban Bencana

Taufik Zass

Taufik Zass

11 Mei 2026, 19:12 WIB

2 menit baca
Ampon Bang dan IDI Tembus Pedalaman Gayo Lues

Kegiatan berupa sunat massal dan pengobatan gratis itu berlangsung selama dua hari, 9-10 Mei 2026, menyasar warga terdampak bencana di sejumlah kampung di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Foto Ist

GAYO LUES - Di tengah keterbatasan akses dan kondisi masyarakat yang masih berjuang pulih pascabencana, Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Drs. H.T. Zulkarnaini atau Ampon Bang bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar aksi kemanusiaan di wilayah pedalaman.

Kegiatan berupa sunat massal dan pengobatan gratis itu berlangsung selama dua hari, 9-10 Mei 2026, menyasar warga terdampak bencana di sejumlah kampung di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Pada Sabtu (9/5/2026), tim kemanusiaan menyambangi Kampung Perlak dan UPT Pantan Kela. Puluhan anak mengikuti sunat massal, sementara ratusan warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis langsung dari tim medis.

Keesokan harinya, Minggu (10/5/2026), pelayanan kesehatan dipusatkan di Huntara Kampung Pasir. Warga dari Kampung Pasir, Uyem Beriring, dan Pulo Gelime tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.

Ampon Bang dalam kegiatan itu diwakili istrinya, Hj. Kelimah, yang hadir langsung meninjau pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian dan wilayah terdampak bencana.

“Ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi ikhtiar kemanusiaan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan hak dasar kesehatan di tengah situasi sulit pascabencana,” kata Hj. Kelimah kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh aspek kesehatan dan kondisi psikologis masyarakat.

Kegiatan ini menjadi kali keempat Ampon Bang bersama tim kemanusiaan turun langsung ke wilayah Gayo Lues.

Dengan menembus medan yang sulit dan keterbatasan fasilitas, mereka terus menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana.(*)

Editor : Taufik Zass

Komentar

Berita Terkait